| gkj.lagu-gereja.com |
![]() |
Download MP3 Music 220000 Klasis Blora-BojonegoroPembiakan dari , - 220100 GKJ Tuban Tanggal Pendewasaan: 14 Agustus 1950 Profil dan Sejarah Cikal bakal jemaat GKJ Tuban berawal dari orang-orang yang terpanggil dalam pelayanan dalam bidang kesehatan di Tuban (diawali gadis Soentjani (Segaran-Mojowarno) th, 1925 yang menikah dengan Pemuda Darmowinoto (Guru rakyat dari Kediri)), disusul saudara-saudara dalam Kristus dari Jomban, Blora. Dalam pemeliharaan Rohani menginduk di GKJTU Bojonegoro (Pdt. Hansen , dilanjutkan Pdr. Paul Kroh, - Salatiga Zending). Dilanjutkan Pdt. Raden Soetjipto (GKJTU Bojonegoro). 1 Juni 1953 Deputat Pemasyuran Injil Klasis Blora-Bojonegoro mengutus Guru Injil Soeratmin Tjipto Joewono (Kaliceret), untuk melayani jemaat GKJ Tuban yang baru mandiri. Setelah diutus jemaat mengikuti kursus aplikasi di Akademi Theologi Jogjakarta, 17 Nopember 1959 Guru Injil Soeratmin Tjipta Joewana ditahbiskan sebagai Pendeta GKJ Tuban, didampingi 4 Majelis (bp. Wagino Martodarsono, bp. Joesoep Martodihardjo, bp. Toegirin Darmohoesodo, bp. Mirmanoe Darmoredjo) dengan jumlah jemaat tercatat sebanyak 96 jiwa.
Tanggal Pendewasaan: 16 Juni 1954 Profil dan Sejarah Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai para pahlawannya. Para pahlawan nasional dapat dikenal lewat sejarah nasional Indonesia, tanpa mempelajarinya dan memahami sejarah nasional akan sulit mengenal siapakah para pahlawan yang benar. "jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". II. ASAL MULA GEREJA KRISTEN JAWA CEPU 2. Timbulnya kebaktian yang pertama Pada suatu hari, ada seorang bidan Kristen di RS Cepu, bernama Djaitun meninggal dunia karena sakit. Dia asli dari Ngaringan Wirosari, tidak punya keluarga di Cepu. Di antara orang-orang Kristen di Cepu tidak ada yang bisa merawat jenasah dan upacara kematian. Bapak S. Hadiprayitno minta bantuan Gereja Kristen di Blora. Bapak Pendeta Tirto Soewarno dan Majelis Gereja Blora datang di Cepu. 3. Terbentuknya Sinode Kesatuan 1. Klasis Semarang, meliputi wilayah Kabupaten Semarang, Kotapraja Salatiga, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kendal. Tegal masuk Klasis Banyumas 2. Klasis Purwodadi, meliputi Kabupaten Grobogan termasuk Kaliceret, Purwodadi, Tempurung 3. Klasis Blora, meliputi Kabupaten Blora, Rembang, Bojonegoro, Tuban, Lamongan Gereja yang sudah mandiri ialah Blora dan Bojonegoro (Sumber : Materi ceramah Ds. R. Wirjosoetedjo pada Sidang Klasis Blora-Bojonegoro, 10 Mei 1978 di Pulo) 4. Lahirnya Klasis Blora-Bojonegoro 220300 GKJ Rembang Tanggal Pendewasaan: 24 Oktober 1954 220400 GKJ Pulo Kedungtuban Tanggal Pendewasaan: 09 Agustus 1959
Tanggal Pendewasaan: 28 Februari 1961 Profil dan Sejarah GKJ Randublatung hingga Agustus 2010 belum berpendeta. Sejak Pendeta pertamanya Pdt. S. Adisoediro emiritus pada 18 November 1999. Adapun penyebabnya adalah karena belum siap secara finansial. Sejak Tahun 2008 bermitra dengan GKJ Jakarta dalam upayanya memanggil seorang pendeta. Saat ini (2010) Pdt. Antonius Slamet Sukemi ditunjuk sebagai Pendeta Konsulen oleh Sidang Klasis Blora-Bojonegoro. 220600 GKJ Blora Tanggal Pendewasaan: 19 Oktober 1963
220700 GKJ Lasem Tanggal Pendewasaan: 06 Nopember 1968 220800 GKJ Singgahan Tanggal Pendewasaan: 06 September 1969
Tanggal Pendewasaan: Tahun 1971 Profil dan Sejarah Periode 1 (tahun 45-sebelum tahun 65-an) Jemaat awal terdiri dari Bapak Sumijan (kakek Bapak Slamet), Bapak Kamin (orang tua Bapak Basmin), Bapak Tas (orang tua Mbah Jami), Bapak Jas (orang tua bu. Darmi), dan Bapak Wiryo. Setelah Belanda menyemai benih Injil, benih Kekristenan itu kemudian dirawat oleh Mbah Dhe (Tionghoa yang berdagang di Japah dan juga menabur Injil di Japah), Bapak Joyo (pelayan GKJTU yang berasal dari Sambonganyar), Mbah Suryo (awalnya pelayan GKJTU tapi akhirnya menjadi pendeta pertama GKJ Japah), Bapak Timotius, dll (para pelayan GKJTU). Sementara itu di sekitar pasar Japah, Bapak Elkana / Mbah Dhe / Mbah Brengos / Cong Yu (pedagang Tionghoa yang juga ikut memelihara bertumbuhnya Injil di Gabeng) pada tahun 60-an datang untuk berdagang di pasar Japah. Setiap sore hari Mbah Dhe (demikian jemaat awal menyebutnya) selalu mengumpulkan keluarganya untuk melaksanakan kebaktian keluarga, berdoa dan memuji Tuhan. Ini menyebabkan beberapa orang penasaran dan ingin mengenal rahasia sukacita mereka. Mereka yang tertarik dan kemudian menjadi pengikut Kristus yang pertama adalah Mbah Suro Surat (bapaknya Bu. Nyami-anaknya 7 orang, sampai kini anak-anak keluarga ini tetap menjadi pengkut Kristus) disusul kemudian Mbah Darmo (perhutani Ngrowo, yang rumahnya kemudian dijadikan dipakai untuk ibadah), Mbah Suro Surat (Bogem, bapaknya Bapak Bambang), Mbah Surat (Bogem, bapaknya Bapak Naryo), Mbah Din (bapaknya Bapak Ngadi), Mbah Karmi (masih hidup tapi tidak ke gereja lagi), Mbah Setu Sapon (mati dengan tidak mempunyai keturunan), Mbah Setu (lurah, meninggal dan anak-anaknya tidak ada yang ke gereja), Mbah Sepon (japah), Mbah Sumo Tas (carik Thekel), Mbah Domo, mbah Joyo Sarmidi, Mbah Karbu (ngrowo), Mbah (depan gereja), Mbah (depan bu. Peno), Mbah (sampingnya Mbah Peno). Periode 2 (tahun 65-74) Perkembangan selanjutnya jemaat mengalami kemunduran karena jauhnya jarak yang harus ditempuh Bapak Suryo dalam pelayanannya. Gereja Gabeng mulai ditinggalkan, sampai Bapak Suryo mendengar kabar ada gereja (Gabeng) yang mau dijual. Yang kemudian didatangi, dirawat dengan telaten, sampai akhirnya Gabeng memilih untuk mengikuti Bapak Suryo menjadi GKJ. Dan karena Bapak Suryo juga melayani di Japah, maka gereja Gabeng dilayani bersama-sama dengan Japah (menjadi pepanthan Japah). Periode 3 (tahun 74-92) Pada tahun 80-89an terjadi 2 peristiwa besar, yaitu:
Periode 4 (tahun 92-2004) o Tahun 1992àPdt. Emanuel Mulyo meninggal
Periode V (2009-sekarang) Demikianlah perjalanan GKJ Japah. Menjadi awal periode V adalah tawaran Sinode GKJ untuk menerima Tenaga Karya Bakti, yang kemudian diterima dengan sukacita.
o GKJ Eben-Haezer dan GKJ Pondok Gede adalah mitra dalam perjalanan Proses Pemanggilan Pendeta GKJ Japah Demikianlah sekelumit sejarah perkembangan GKJ Japah yang dapat penulis rangkum. Kiranya bermanfaat dan menjadikan nama Tuhan dimuliakan. Amin.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: 23 Klasis PurwodadiSebelum: 21 Klasis Salatiga Bagian Selatan
Nyanyian Ibadah Gereja: MENU UTAMA:Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, Kidung Pasamuan Jawi (KPJ)(1) Alkitab JAWA Prajanjian Lawas(1) Bacaan Alkitab GKJW 2026(1) Bacaan Leksionari GKJ 2025(8) Bacaan Leksionari GKJ 2026(12) Contoh Tata Ibadah GKJ(29) Kalender GKJ 2017(7) Kalender GKJ 2018(12) Kalender GKJ 2019(12) Kalender Liturgi GKJ 2023(12) Khotbah GKJ 2016(1) Khotbah GKJ 2025(21) Khotbah GKJ 2026(6) Khotbah GKJW 2026(8) Kidung Pasamuwan Kristen (KPK)(8) Kidung Pasamuwan Kristen Anyar (KPKA)(345) Kidung Pasamuwan Kristen Lawas (KPKL)(171) Kidung Ria GKJW(33) Klasis Gereja Kristen Jawa (GKJ)(32) NA(1) Pembacaan Alkitab 2016(1) Renungan GKJ 2022(29) Renungan GKJ 2023(13) Renungan GKJ 2024(1) Renungan GKJW 2024(4) Renungan GKJW 2026(3) Tata Ibadah GKJ 2024(2) Tentang GKJ(3) xxx(4) | Register Login Warning: include(if_month_gkii.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gkj.lagu-gereja.com/channel.php on line 2 Warning: include(if_month_gkii.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gkj.lagu-gereja.com/channel.php on line 2 Warning: include(): Failed opening 'if_month_gkii.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gkj.lagu-gereja.com/channel.php on line 2
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Tags: Kalender Liturgi GKJ Oktober 2022 Minggu, 26 Juni 2022 Renungan GKJ Minggu, 26 Juni 2022 - II Raja-raja 2:1-2,6-14 - Minggu Biasa VIII Minggu ke-3 setelah Pentakosta (Hijau) Minggu, 19 Juni 2022 Renungan GKJ Minggu, 19 Juni 2022 - I Raja-raja 19:1-4,(5-7),8-15a - Minggu Biasa VII Minggu ke-2 setelah Pentakosta (Hijau) Minggu, 12 Juni 2022 Renungan GKJ Minggu, 12 Juni 2022 - Amsal 8:1-4,22-31 - Minggu Trinitas (Putih) Minggu, 5 Juni 2022 Renungan GKJ Minggu, 5 Juni 2022 - Kisah Para Rasul 2:1-21 - Petakosta (Merah) Minggu, 15 Mei 2022 Renungan GKJ Minggu, 15 Mei 2022 - Saling Mengasihi - Kisah Para Rasul 11:1-18 - Minggu Paskah V (Putih) |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |