gkj.lagu-gereja.com
View : 26 kali
Download MP3 Music
Bacaan 1: Yesaya 49 : 1-7
Mazmur: Mazmur 40 : 1-11
Bacaan 2: 1 Korintus 1 : 1 - 9
Bacaan 3: Yohanes 1:29-42
Stola Hijau

Yohanes 1:29-42
Yohanes menunjuk kepada Yesus
1:29-34
29Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
32Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: ”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”
Murid-murid Yesus yang pertama
1:35-51
35Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. 36Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah!” 37Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. 38Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: ”Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: ”Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” 39Ia berkata kepada mereka: ”Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. 40Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. 41Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: ”Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” 42Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: ”Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”

Penjelasan:

Shalom, jemaat yang dikasihi Tuhan 🙏

Bagaimana kabarnya di awal tahun 2026 ini?
Masih semangat tahun baru… atau semangatnya sudah “kembali ke setelan pabrik”? 😄

Baru beberapa hari kita meninggalkan kalender 2025. Biasanya di awal tahun kita penuh resolusi:
“Tahun ini mau hidup lebih baik.”
“Tahun ini mau lebih peduli.”
“Tahun ini mau diet.”
(Tapi yang sering dietnya cuma niatnya saja… -...)

Namun kenyataannya, tidak semua orang memulai tahun dengan gegap gempita. Ada yang masih lelah, ada yang masih membawa beban tahun lalu, bahkan ada yang masih “ketinggalan suasana Natal dan Tahun Baru”.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak terjebak di masa lalu, tetapi mengelola waktu sekarang dengan fokus yang benar, supaya hidup kita tidak sekadar berjalan… tapi bermakna.

Isi Khotbah
1. Melihat ke Belakang Bukan untuk Menyesal, tapi untuk Menyadari Panggilan

Dalam bacaan Perjanjian Lama (Yesaya), Hamba Tuhan diajak mengingat masa lalu, bahkan sejak dalam kandungan.
Bukan untuk bernostalgia lebay, tetapi untuk menyadari satu hal penting:
-'- hidup ini sejak awal sudah punya arah dan tanggung jawab dari Allah.

Allah tidak menciptakan manusia lalu berkata,
"Ya sudah, terserah kamu mau ngapain."
Tidak. Sejak awal, manusia dipanggil untuk mengembalikan, memulihkan, dan merawat kehidupan.

Masalahnya, kadang kita ingat masa lalu hanya untuk berkata:
“Dulu alam masih hijau ya…”
“Dulu sungai masih bersih…”
“Dulu udara masih segar…”

Lalu setelah itu?
Kita tetap buang sampah sembarangan 😬
Tetap boros air
Tetap cuek

Padahal mengingat masa lalu seharusnya menolong kita kembali ke panggilan awal Allah, bukan sekadar jadi tukang komentar sejarah.


2. Fokus yang Hilang Membuat Persekutuan Retak

Paulus menegur jemaat Korintus karena kehilangan fokus.
Mereka lupa bahwa identitas mereka adalah umat yang diselamatkan dan dikuduskan, lalu sibuk berkelompok, berpecah, dan saling merasa paling benar.

Ini relevan dengan zaman sekarang.
Termasuk saat kita bicara soal lingkungan.

Ada yang berkata:
“Itu urusan pemerintah”

“Itu urusan aktivis”

“Saya kan cuma satu orang, apa pengaruhnya?”

Kalau semua orang berpikir begitu, bumi kita bisa berkata:

“Aku ini rumah bersama, kok malah dilempar-lempar tanggung jawab?” -...

Paulus mengingatkan: fokus kepada panggilan Kristus, bukan kepada ego, bukan kepada pembenaran diri.


3. Yohanes Pembaptis: Fokus yang Mengarahkan Orang pada Kristus

Dalam Yohanes 1:29-"42, Yohanes Pembaptis memberi teladan luar biasa.

Bayangkan, ia punya banyak pengikut. Bisa saja ia berkata:
“Ini momen branding!”
“Tolong like, share, dan subscribe pelayanan Yohanes Pembaptis!” 😄

Tapi tidak.
Yohanes justru berkata dengan tegas:

“Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!”

Yohanes tahu dirinya bukan pusat perhatian.
Ia fokus pada Yesus.

Dan menariknya, pengakuan Yohanes mengubah arah hidup orang lain.
Andreas dan murid-murid lain memilih mengikuti Yesus.

Artinya apa?
-'- Kesadaran identitas dan fokus kita bisa mempengaruhi keputusan orang lain.

Kalau kita mengaku pengikut Kristus, tetapi hidup kita merusak ciptaan, orang bisa bertanya:

“Yesus yang kamu ikuti itu menyelamatkan… atau malah membiarkan dunia rusak?”


4. Mengikut Yesus Berarti Peduli pada Dunia yang Ia Selamatkan

Yesus disebut Anak Domba Allah.
Itu bukan gelar romantis, tapi gelar pengorbanan.
Yesus datang untuk menyelamatkan dunia, bukan hanya manusia secara spiritual, tapi seluruh ciptaan.

Maka mengikut Yesus bukan hanya soal:
  • rajin ibadah -"️
  • hafal lagu rohani -"️

Tetapi juga:
  • peduli air -"️
  • peduli tanah -"️
  • peduli udara -"️
  • peduli masa depan generasi -"️

Kalau kita mengaku mengikuti Mesias yang rela berkorban, tapi kita tidak mau sedikit berkorban untuk alam…
itu namanya iman yang kepanasan matahari tapi tidak mau pakai topi 😄


5. Bulan Penciptaan: Dari Nostalgia ke Aksi Nyata

GKJW memasuki Bulan Penciptaan (15 Januari -" 11 Februari 2026) dengan tema:
“Dipanggil untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.”

Ini bukan ajakan untuk duduk sambil berkata,
“Wah, bumi rusak ya…”
melainkan bangkit dan bergerak.

Manusia adalah gambar Allah.
Artinya, kita diberi akal budi, teknologi, dan kreativitas.

Namun pertanyaannya:
Apakah kemajuan Revolusi Industri 1.0 sampai 4.0 sebanding dengan kepedulian kita pada bumi?

Kalau teknologi maju tapi sungai menangis,
kalau ekonomi naik tapi hutan menipis,
maka ada yang perlu dikoreksi.


6. Laudato Si’: Suara Gereja untuk Rumah Bersama

Ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa merawat bumi adalah bentuk iman.
Bumi bukan warisan dari nenek moyang saja, tapi titipan untuk anak cucu.

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil:
  • Mengurangi sampah
  • Menghemat air
  • Peduli sesama yang terdampak krisis lingkungan
  • Konsisten, bukan musiman
  • Iman bukan hanya di bibir, tapi di kebiasaan sehari-hari.


Penutup

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
minggu lalu kita merayakan Baptisan Yesus, dengan simbol air-"elemen alam yang vital.
Hari ini kita diingatkan bahwa iman Kristen tidak terpisah dari alam semesta.

Tema Pelayanan GKJW Tahun 2026 adalah Ekologi dan Kependudukan.
Jumlah manusia akan terus bertambah.
Kiranya jumlah manusia yang peduli juga ikut bertambah.

Lintas generasi, lintas iman, lintas perbedaan-"
karena bumi ini rumah bersama.

Mari kita fokus:
-'- Fokus kepada Kristus
-'- Fokus kepada panggilan
-'- Fokus peduli kepada alam semesta

Sebab mengikut Anak Domba Allah berarti ikut menjaga dunia yang Ia kasihi dan selamatkan.

Tuhan memberkati kita semua.
Amin. 🙏

***











Selanjutnya:

Khotbah GKJW Minggu, 25 Januari 2026 - Matius 4:12-23 - Bulan Penciptaan



All Garis Besar:
MENU UTAMA:
Kidung Pasamuan Jawi (KPJ)(1)
Alkitab JAWA Prajanjian Lawas(1)
Bacaan Alkitab GKJW 2026(1)
Bacaan Leksionari GKJ 2025(8)
Bacaan Leksionari GKJ 2026(12)
Contoh Tata Ibadah GKJ(29)
Kalender GKJ 2017(7)
Kalender GKJ 2018(12)
Kalender GKJ 2019(12)
Kalender Liturgi GKJ 2023(12)
Khotbah GKJ 2016(1)
Khotbah GKJ 2025(21)
Khotbah GKJ 2026(5)
Khotbah GKJW 2026(6)
Kidung Pasamuan Jawi (KPJ)(337)
Kidung Pasamuwan Kristen (KPK)(8)
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar (KPKA)(345)
Kidung Pasamuwan Kristen Lawas (KPKL)(171)
Kidung Ria GKJW(33)
Klasis Gereja Kristen Jawa (GKJ)(32)
NA(1)
Pembacaan Alkitab 2016(1)
Renungan GKJ 2022(29)
Renungan GKJ 2023(13)
Renungan GKJ 2024(1)
Renungan GKJW 2024(4)
Tata Ibadah GKJ 2024(2)
Tentang GKJ(3)
xx(6)
xxx(4)

Arsip Khotbah GKJW 2026..


Register   Login  


Kalender Liturgi GKJ Maret 2023


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de