gkj.lagu-gereja.com

View : 48 kali
Download MP3 Music
Minggu, 28 Mei 2022
Minggu Pentakosta (Putih)
TEMA PERAYAAN IMAN
Hati yang Dialiri Roh
TUJUAN: -
DAFTAR BACAAN:
Bacaan I : Bilangan 11:24-30
Tanggapan : Mazmur 104:24-34, 35b
Bacaan II : Kisah Para Rasul 2:1-21
Bacaan Injil : Yohanes 1:37-39

KETERANGAN:
Bahan Khotbah Jangkep ada di dalam buku masa Paskah 2023
yang diterbitkan oleh LPP Sinode GKJ dan GKI Wilayah Jawa
Tengah.


Yohanes 1:37-39
1:37 Bareng muridé Nabi Yohanes padha krungu pangandika sing mengkono mau, nuli padha mangkat ndhérékaké tindaké Gusti Yésus.
1:38 Gusti Yésus noléh lan pirsa wong loro mau padha ndhérékaké Panjenengané, nuli ngandika: ”Kowé padha nggoléki sapa?” Aturé para murid mau: ”Rabbi, *"Rabbi": Tembung Ibrani, ingkang tegesipun: 'Guru".* dalem Panjenengan wonten pundi?”
1:39 ”Ayo, mélua Aku, nyatakna dhéwé,” dhawuhé Gusti Yésus. Wong loro mau nuli padha ndhérék lan ndeleng omah sing didalemi Gusti Yésus. Ing dina kuwi murid loro mau padha nginep ana ing kono. (Nalika semana kira-kira jam papat soré.)
__

1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. 1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" 1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Penjelasan:
* Panggilan kepada Andreas dan Petrus (1:37-42)

    Di sini kita melihat penyerahan dua murid Yohanes kepada Yesus, dan salah satu dari mereka kemudian mengajak orang ketiga untuk turut mengikuti-Nya, dan mereka ini adalah buah-buah pertama dari murid-murid Kristus. Lihatlah betapa kecilnya jemaat Tuhan pada awalnya, dan bagaimana sederhananya masa permulaan dari perkara-perkara besar yang akan dialaminya di kemudian hari.

    I. Andreas dan seorang lain yang bersamanya adalah kedua murid yang diarahkan Yohanes Pembaptis kepada Kristus (ay. 37). Siapa murid yang lain ini kita tidak diberi tahu. Menurut sebagian orang, dia adalah Tomas, dengan membandingkan pasal 21:2, sementara menurut sebagian lain lagi, dia adalah Yohanes sendiri, si penulis Injil ini, yang memang selalu ingin menyembunyikan namanya sedapat mungkin (13:23 dan 20:3).
        . Inilah kesediaan mereka untuk berpindah kepada Kristus: Mereka mendengar apa yang dikatakan Yohanes tentang Kristus sebagai Anak Domba Allah, dan mereka pun pergi mengikut Yesus. Mungkin mereka mendengar Yohanes mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakannya pada hari sebelumnya, namun pada waktu itu perkataannya tidak menimbulkan dampak yang sama kepada mereka seperti sekarang. Lihatlah manfaat pengulangan itu, dan percakapan pribadi. Mereka mendengarnya berkata-kata tentang Kristus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dan ini membuat mereka pergi mengikut Dia. Alasan yang paling kuat dan paling berhasil bagi jiwa yang sadar dan berpikiran sehat untuk mengikut Kristus adalah bahwa Dialah, dan hanya Dia, yang menghapus dosa.
        . Perhatian yang baik yang diberikan Kristus kepada mereka (ay. 38). Mereka mengikuti Dia dari belakang. Namun, walaupun Ia membelakangi mereka, Ia segera sadar akan keberadaan mereka, dan kemudian menoleh, dan melihat mereka sedang mengikuti Dia. Perhatikanlah, Kristus cepat memperhatikan gerakan-gerakan awal yang dibuat jiwa ketika datang kepada-Nya, dan langkah-langkah awal yang diambilnya untuk menempuh jalan ke sorga (Yes. 64:5; Luk. 15:20). Ia tidak tinggal diam menunggu mereka meminta izin untuk berbicara dengan-Nya, tetapi justru Dia yang berbicara terlebih dahulu. Betapa indahnya persekutuan antara jiwa dan Kristus, karena di dalam persekutuan itu, Dialah yang memulai percakapan. Ia berkata kepada mereka, "Apakah yang kamu cari?" Ini bukanlah suatu teguran kepada mereka karena sudah lancang mengganggu-Nya: Dia yang datang untuk mencari kita tidak pernah menegur siapa pun yang mencari-Nya. Akan tetapi, sebaliknya, pertanyaan-Nya itu merupakan suatu undangan yang bersahabat bagi mereka untuk mengenal-Nya dengan lebih baik sebab Ia mengamati bahwa mereka sangat malu-malu dan rendah hati: "Ayolah, apa yang hendak kalian katakan kepada-Ku? Apa yang hendak kalian mohon? Apa yang hendak kalian minta?" Perhatikanlah, orang yang pekerjaannya mengajar orang lain tentang hal-hal yang menyangkut jiwa, mereka haruslah rendah hati, lemah lembut, dan mudah didekati, serta harus memberikan dorongan terhadap orang-orang yang datang membawa diri kepada mereka. Pertanyaan yang diajukan Kristus kepada mereka adalah pertanyaan yang hendaknya kita ajukan kepada diri kita sendiri ketika kita mulai mengikut Kristus dan memeluk iman agama-Nya yang kudus: "Apakah yang kamu cari? Apakah yang kita rencanakan dan kita inginkan?" Orang-orang yang mengikut Kristus namun mencari dunia, atau diri mereka sendiri, atau pujian dari orang lain, menipu diri mereka sendiri. "Apakah yang kita cari dalam mencari Kristus? Apakah kita mencari seorang guru, penguasa, dan pendamai? Dalam mengikut Kristus, apakah kita mencari kasih karunia Allah dan kehidupan kekal?" Jika mata kita baik dalam hal ini, maka teranglah seluruh tubuh kita.
        . Pertanyaan mereka yang sederhana mengenai tempat tinggal-Nya: "Rabi, di manakah Engkau tinggal?"
            (1) Dengan memanggil-Nya Rabi, mereka menunjukkan bahwa mereka datang kepada-Nya dengan maksud untuk diajar oleh-Nya. Rabi berarti tuan, tuan yang mengajar. Orang-orang Yahudi menyebut para cendekiawan mereka, atau orang cerdik pandai, dengan Rabi. Kata Rabi berasal dari rab, multus atau magnus, seorang rabi, seorang yang besar, seorang yang, seperti yang biasa kita katakan, kaya akan berbagai hal. Tidak pernah ada rabi seperti Yesus Tuhan kita, seorang yang begitu besar, yang di dalam-Nya tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Mereka ini datang kepada Kristus untuk menjadi murid-murid-Nya, begitu pula seharusnya dengan orang-orang yang menyerahkan diri mereka kepada-Nya. Yohanes telah memberi tahu mereka bahwa Ia adalah Anak Domba Allah. Nah, Anak Domba ini layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya seperti seorang rabi (Why. 5:9). Dan, jika kita tidak menyerahkan diri kita untuk diatur dan diajar oleh-Nya, maka Ia tidak akan menghapus dosa-dosa kita.
            (2) Dengan menanyakan di mana Ia tinggal, mereka menunjukkan suatu keinginan untuk mengenal-Nya dengan lebih baik. Kristus adalah orang asing di negeri ini, sehingga mereka bermaksud untuk menanyakan di mana penginapan tempat Ia menginap, sebab di sana mereka akan menemui-Nya pada waktu yang tepat, sesuai dengan yang ditentukan-Nya, untuk menerima pengajaran dari-Nya. Mereka tidak mau begitu saja mendatangi-Nya dengan kasar, kalau memang waktunya tidak tepat. Para pengikut Kristus haruslah bertingkah laku sesuai dengan tata krama dan sopan santun. Dan, di samping itu, mereka berharap mendapatkan sesuatu yang lebih dari-Nya daripada apa yang bisa mereka dapatkan dalam percakapan singkat di tengah jalan sekarang ini. Mereka bertekad untuk bergaul bersama Kristus secara mendalam, bukan secara sambil lalu. Orang-orang yang sudah sedikit banyak bersekutu dengan Kristus pasti akan menginginkan:
                [1] Persekutuan yang lebih mendalam dengan-Nya. Mereka mengikut Dia untuk mengetahui lebih banyak tentang-Nya.
                [2] Persekutuan yang tetap dengan-Nya, di mana mereka bisa duduk di bawah kaki-Nya, dan mematuhi segala perintah-Nya. Menemui Kristus kadang-kadang saja tidaklah cukup, kita harus tinggal bersama-Nya.
        . Undangan bersahabat yang diberikan Kristus kepada mereka untuk melihat tempat tinggal-Nya: Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Demikianlah, keinginan-keinginan yang baik terhadap Kristus dan untuk bersekutu dengan-Nya pasti akan dipuaskan.
            (1) Ia mengundang mereka untuk datang ke tempat tinggal-Nya. Semakin dekat kita dengan Kristus semakin banyak kita melihat keindahan dan keunggulan-Nya. Para penipu biasanya menjaga kepentingan mereka dengan cara menjauhkan para pengikut mereka dari mereka sendiri, sedangkan cara yang dipakai Kristus supaya para pengikut-Nya menghargai dan mengasihi-Nya adalah mengajak mereka datang dan melihat: "Datang dan lihatlah betapa sederhananya tempat tinggal-Ku, betapa buruknya rumah yang Kutinggali, supaya kamu tidak berharap akan memperoleh keuntungan-keuntungan duniawi dengan mengikut Aku, seperti yang diharapkan orang-orang yang mengikut ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan memanggil mereka rabi. Marilah dan lihatlah apa yang harus kamu perhitungkan jika kamu mengikut Aku" (Mat. 8:20).
            (2) Ia mengundang mereka untuk datang segera tanpa ditunda-tunda. Mereka bertanya di mana Ia tinggal, supaya mereka dapat menemui-Nya pada waktu yang lebih tepat. Akan tetapi, Kristus mengundang mereka untuk segera datang dan melihatnya. Tidak ada waktu yang lebih baik daripada sekarang ini juga.



II. Andreas membawa saudaranya Petrus kepada Kristus. Seandainya Petrus adalah murid Kristus yang pertama, maka gereja Katolik Roma mungkin telah memanfaatkan hal itu. Di kemudian hari Petrus memang menjadi murid yang lebih unggul dalam hal karunia, tetapi Andreaslah yang mendapatkan kehormatan untuk mengenal Kristus terlebih dulu, dan menjadi alat yang membawa Petrus kepada-Nya.

    Perhatikanlah:

        . Informasi yang disampaikan Andreas kepada Petrus, dengan maksud mengajaknya mendatangi Kristus.
            (1) Ia menemuinya: Ia mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya. Dengan menemuinya berarti Andreas mencarinya. Simon selama ini pergi bersama Andreas mengikuti pelayanan dan baptisan Yohanes, dan karena itu Andreas tahu di mana ia harus mencarinya. Mungkin murid yang lain yang ada bersamanya ketika itu pergi juga untuk mencari temannya pada waktu yang sama, tetapi Andreaslah yang lebih cepat melakukannya: Ia mula-mula bertemu dengan Simon, yang datang hanya untuk mengikuti Yohanes, namun kemudian justru mendapatkan sesuatu yang melebihi apa yang diharapkannya: ia bertemu dengan Yesus.
            (2) Ia memberi tahu dia siapa yang telah mereka temukan: Kami telah menemukan Mesias. Perhatikanlah:
                [1] Ia berbicara dengan rendah hati. Ia tidak berkata, "Aku telah menemukan Mesias," dengan rasa hormat bagi dirinya sendiri karena telah menemukan-Nya, tetapi "Kami telah menemukan Mesias," dengan rasa gembira telah berbagi dengan orang lain mengenai penemuannya itu.
                [2] Dengan melonjak kegirangan ia berbicara, dan dengan nada kemenangan: Kami telah menemukan mutiara yang sangat berharga itu, harta karun yang sesungguhnya itu. Dan setelah menemukannya, ia mengumumkannya seperti yang dilakukan orang-orang yang sakit kusta itu (2Raj. 7:9), sebab ia tahu bahwa ia tidak akan kekurangan apa pun di dalam Kristus bila orang lain ikut berbagi dengannya.
                [3] Ia berbicara dengan penuh selidik: Kami telah menemukan Mesias, lebih dari apa yang sudah dikatakan selama ini. Yohanes berkata, Dia adalah Anak Domba Allah, Anak Allah, dan sekarang Andreas membandingkan perkataan Yohanes ini dengan kitab-kitab Perjanjian Lama, dan, setelah membandingkan semuanya, ia menyimpulkan bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan kepada para bapa leluhur itu, sebab sekaranglah datangnya kegenapan waktu itu. Dengan demikian, dengan merenungkan peringatan-peringatan Allah, ia berbicara dengan lebih jelas tentang Kristus daripada semua pengajarnya (Mzm. 119:99).
            (3) Ia membawa Petrus kepada Yesus, ia tidak berusaha mengajarinya sendiri, tetapi membawanya kepada sang sumber itu sendiri, membujuknya untuk datang kepada Kristus dan memperkenalkannya kepada-Nya.













Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login

Kalender Liturgi GKJ November 2022


Sebelum:

Renungan GKJ Minggu, 21 Mei 2023 - Kekuatan Cinta Kasih Saling Memiliki - Yohanes 17:1-11 - Minggu Paskah VII (Putih)



MENU UTAMA:
Kidung Pasamuan Jawi (KPJ)(1)
Alkitab JAWA Prajanjian Lawas(1)
Contoh Tata Ibadah GKJ(25)
Kalender GKJ 2017(7)
Kalender GKJ 2018(12)
Kalender GKJ 2019(12)
Kalender Liturgi GKJ 2023(12)
Khotbah GKJ 2016(1)
Kidung Pasamuan Jawi (KPJ)(317)
Kidung Pasamuwan Kristen (KPK)(8)
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar (KPKA)(345)
Kidung Pasamuwan Kristen Lawas (KPKL)(171)
Kidung Ria GKJW(30)
Klasis Gereja Kristen Jawa (GKJ)(32)
NA(1)
Pembacaan Alkitab 2016(1)
Renungan GKJ 2022(29)
Renungan GKJ 2023(13)
Tentang GKJ(3)
xxx(4)

Arsip Renungan GKJ 2023..


Register   Login  


Kalender Liturgi GKJ November 2022


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de